Showing posts with label bootstrap. Show all posts
Showing posts with label bootstrap. Show all posts

Belajar Bootstrap Bagian 5: Membuat Tabel Dengan Bootstrap


Membuat Tabel Dengan Bootstrap

Pada bagian sebelumnya kita sudah mempelajari bagaimana membuat bermacam – macam form dengan bootstrap, kalau begitu kali ini kita belajar tentang tabel bootstrap. Tabel digunakan untuk keperluan menampilkan data dengan lebih rapi dan terstruktur. Dalam pembuatannya, bootstrap menyediakan beberapa class table yang bisa digunakan, yaitu:
  • Class table : table dasar pada bootstrap
  • Class table-bordered : tabel yang memiliki garis tegas sebagai pemisah antar baris maupun kolom
  • Class table-hover : tabel yang memiliki efek hover, yaitu suatu baris akan berubah warna secara otomatis ketika cursor berada diatasnya.
  • Class table-striped : tabel yang memiliki 2 warna berbeda pada setiap barisnya secara bergantian yang berguna apabila melibatkan banyak data maka kita dapat lebih memedakan antara baris data yang satu dan lainnya.
Pada pembuatan suatu tabel dengan menggunakan bootstrap, kita hanya harus memanggil class dari table dengan bentuk yang kita inginkan. Selebihnya, sama seperti kita membuat tabel pada html biasa.

Membuat tabel bootstrap secara default

Buat file baru dengan nama tabel.html, kemudian tuliskan kode berikut ini:

<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <title>Belajar Bootstrap</title>
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.css">
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.min.css">
 </head>
 <body>
  <div class="container">
   <h3>Membuat Tabel Dengan Bootstrap</h3>
   <hr>
   <!-- Class table -->
   <h4>Tabel dengan class table (tabel default)</h4>
   <table class="table">
    <thead>
     <tr>
      <th>Nama</th>
      <th>Alamat</th>
     </tr>
    </thead>
    <tbody>
     <tr>
      <td>Ahmad</td>
      <td>Lingsar, Lombok Barat</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Yudi</td>
      <td>Mataram</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Anto</td>
      <td>Praya, Lombok Tengah</td>
     </tr>
    </tbody>
   </table>
  </div>
 </body>
</html>
setelah menuliskan kode tersebut dengan benar, maka kurang lebih hasilnya akan seperti ini:
bag 5 - 1
Pada gambar diatas merupakan hasil yang kita dapatkan. Jadi akan terbentuk sebuah tabel yang hanya menampilkan garis secara mendatar per satuan isi datanya.

Membuat tabel dengan garis border

Pada file yang sama, tambahkan  (ketik ulang, jangan copas) code berikut:

<!-- Class table bordered -->
   <h4>Tabel dengan class table table-bordered (tabel yang memiliki garis pemisah/border)</h4>
   <table class="table table-bordered">
    <thead>
     <tr>
      <th>Nama</th>
      <th>Alamat</th>
     </tr>
    </thead>
    <tbody>
     <tr>
      <td>Ahmad</td>
      <td>Lingsar, Lombok Barat</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Yudi</td>
      <td>Mataram</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Anto</td>
      <td>Praya, Lombok Tengah</td>
     </tr>
    </tbody>
   </table>
Setelah menuliskan kode diatas dengan benar, maka beginilah hasil yang kita dapatkan..
bag 5 - 2
Untuk membedakan sedikit hasilnya, saya sudah beri tanda merah pada hasil yang kita peroleh seperti gambar diatas. Jadi tabel yang akan kita dapatkan memiliki garis border (pembatas / pemisah) seperti tabel kebanyakan.

Membuat tabel hover

Pada file yang sama, tambahkan lagi (ketik ulang, jangan copas) code berikut:

<!-- Class table hover -->
   <h4>Tabel dengan class table table-hover (tabel yang memiliki efek saat cursor ada diatas suatu baris)</h4>
   <table class="table table-hover">
    <thead>
     <tr>
      <th>Nama</th>
      <th>Alamat</th>
     </tr>
    </thead>
    <tbody>
     <tr>
      <td>Ahmad</td>
      <td>Lingsar, Lombok Barat</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Yudi</td>
      <td>Mataram</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Anto</td>
      <td>Praya, Lombok Tengah</td>
     </tr>
    </tbody>
   </table>

Setelah menuliskan kode diatas dengan benar, maka beginilah hasil yang kita dapatkan..
bag 5 - 3
Nah pada gambar yang diberi tanda merah diatas, sekilas tidak terlihat bedanya antara tabel hover dengan tabel default bootstrap, tapi kalo anda sudah mencobanya, anda akan tau sendiri kok. Jadi bedanya yaitu, pada tabel hover ketika cursor anda tepat berada pada suatu baris data tertentu, maka warnanya akan mengalami sedikit perubahan.

Membuat tabel striped

Pada file yang sama, tambahkan lagi (ketik ulang, jangan copas) code berikut:

<!-- Class table striped -->
   <h4>Tabel dengan class table table-striped (tabel yang memiliki warna berbeda setiap barisnya)</h4>
   <table class="table table-striped">
    <thead>
     <tr>
      <th>Nama</th>
      <th>Alamat</th>
     </tr>
    </thead>
    <tbody>
     <tr>
      <td>Ahmad</td>
      <td>Lingsar, Lombok Barat</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Yudi</td>
      <td>Mataram</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Anto</td>
      <td>Praya, Lombok Tengah</td>
     </tr>
    </tbody>
   </table>
Setelah menuliskan kode diatas dengan benar, maka beginilah hasil yang kita dapatkan..
bag 5 - 4
Pada tabel striped gini, bentuk tabelnya (barisnya) akan memiliki warna berbeda yaitu putih – abu secara bergantian (sebut saja belang – belang).
Nah setelah kita tau bagaimana membuat tabel dengan bantuan bermacam – macam class table yang ada pada bootstrap, kita juga dapat mengkombinasikan semua class tersebut untuk mendapatkan suatu bentuk tabel yang lain. Misalnya seperti berikut ini:

<!-- Class table Kombinasi -->
   <h4>Tabel dengan class table Kombinasi</h4>
   <table class="table table-hover table-bordered table-striped">
    <thead>
     <tr>
      <th>Nama</th>
      <th>Alamat</th>
     </tr>
    </thead>
    <tbody>
     <tr>
      <td>Ahmad</td>
      <td>Lingsar, Lombok Barat</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Yudi</td>
      <td>Mataram</td>
     </tr>
     <tr>
      <td>Anto</td>
      <td>Praya, Lombok Tengah</td>
     </tr>
    </tbody>
   </table>
Setelah menuliskan kode diatas dengan benar, maka beginilah hasil yang kita dapatkan..
bag 5 - 5
Kalo yang terakhir ini, hasilnya akan sesuai kreasi anda. Jadi silahkan berkreasi terus ya. 
Oke, bahasan kita mengenai tabel bootstrap sudah kelar ya. Jadi kita lanjut di bagian selanjutnya dengan bahasan yang lain.

Belajar Bootstrap Bagian 4: Membuat Form Dengan Bootstrap


Membuat Form Dengan Bootstrap

Form merupakan salah satu komponen terpenting dalam sebuah website, entah itu untuk urusan pendaftaran, login, maupun form isian lain yang memungkinkan. Untuk itu, pada bagian ini kita akan mempelajari bagaimana membuat form dengan bantuan bootstrap.
Apabila sebelumnya dalam urusan pembuatan form kita sering direpotkan dengan bagaimana caranya agar form terlihat menarik, maka dengan bootstrap membuat form merupakan suatu hal yang mudah. Kita tinggal memanggil class dari form pada tag <form>. Bootstrap sendiri memiliki beberapa jenis class form yang bisa digunakan antara lain.
  • Form Inline: form yang segaris atau sejajar, sangat cocok digunakan untuk form pencarian ataupun untuk aktivitas log in seperti yang sering kita lihat di facebook misalnya.
  • Form Vertical: bisa dibilang ini adalah bentuk form default-nya, karena pada pembuatan form dengan jenis ini kita tidak harus melakukan pemanggilan class-nya secara utuh (form-vertical). Class-nya bisa dipanggil hanya dengan form saja.
  • Form Horizontal: tidak berbeda jauh dengan form-vertical, hanya saja form ini akan terlihat sedikit lebih lebar.
Itulah sedikit penjelasan tentang beberapa jenis form yang ada di bootstrap. Sekarang kita akan memulai untuk belajar bagaimana cara membuatnya.

Membuat Form Inline

<!DOCTYPE html>
<html>
	<head>
		<title>Belajar Bootstrap</title>
		<link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.css">
		<link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.min.css">
	</head>
	<body>
		<div class="container">
			<h3>Belajar Membuat Form Dengan Bootstrap</h3>
			<hr>
			<!-- Form Inline -->
			<h4>Form Inline (sejajar)</h4>
			<form class="form-inline">
				<div class="form-group">
					<label>Nama</label>
					<input class="form-control" type="text" name="#">
				</div>
				<div class="form-group">
					<label>Alamat</label>
					<textarea class="form-control"></textarea>
				</div>
			</form>
		</div>
	</body>
</html>

Jika code diatas sudah diketik dengan benar, maka hasil yang akan tampil akan seperti berikut ini:

Saya jelaskan sedikit..

<form class="form-inline">
	<div class="form-group">
		<label>Nama</label>
		<input class="form-control" type="text" name="#">
	</div>
Pada script diatas, kita memanggil form berbentuk inline, maka akan tampil form isian yang sejajar/segaris. Kemudian class form-group ini merupakan suatu class yang digunakan untuk mengelompokkan per kolom isian agar terlihat rapi. Selain itu ada class form-control yang digunakan untuk membuat kolom isian menggunakan tema bootstrap.


Membuat Form Vertikal

Pada file yang sama, coba tambahkan code berikut ini:
<!-- Form Vertikal -->
<h4>Form Vertikal</h4>
<form class="form-vertical">
	<div class="form-group">
		<label>Nama</label>
		<input class="form-control" type="text" name="#">
	</div>
	<div class="form-group">
		<label>Alamat</label>
		<textarea class="form-control"></textarea>
	</div>
</form>

Jika code diatas sudah diketik dengan benar, maka hasil yang akan tampil akan seperti berikut ini:

Saya jelaskan sedikit..
<form class="form-vertical">
Pada script diatas, kita memanggil form berbentuk inline, maka akan tampil form isian yang berbentuk vertikal seperti pada gambar diatas.

Membuat Form Horizontal

Masih dengan file yang sama, coba tambahkan code berikut ini:
<!-- Form Horizontal -->
<h4>Form Horizontal</h4>
<form class="form-horizontal">
	<div class="form-group">
		<label>Nama</label>
		<input class="form-control" type="text" name="#">
	</div>
	<div class="form-group">
		<label>Alamat</label>
		<textarea class="form-control"></textarea>
	</div>
</form>

Jika code diatas sudah diketik dengan benar, maka hasil yang akan tampil akan seperti berikut ini:

Saya jelaskan lagi..
<form class="form-horizontal">
Pada script diatas, kita memanggil form berbentuk horizontal, maka akan tampil form isian yang berbentuk horizontal seperti pada gambar diatas. Memang antara form vertikal dengan yang horiztontal tidak terlihat perbedaan yang besar, perbedaannya hanya diukuran form-nya saja.

Sekian dulu untuk kali ini, ini hanya dasarnya saja untuk pembuatan form tapi semoga bermanfaat. Lain kesempatan kita bahas lagi lebih dalam mengenai form bootstrap, misalnya untuk form pengisian tanggal menggunakan datepicker dan lainnya.

Belajar Bootstrap Bagian 3: Membuat Tombol Dengan Bootstrap

Membuat Tombol Dengan Bootstrap

Pada bagian sebelumnya kita sudah mempelajari bagaimana implementasi bootstrap ke dalam tampilan web yang akan kita buat. Namun pada bagian sebelumnya kita belum melihat hasil dari implementasi tersebut, nah maka dari itu kelanjutan dari bahasan sebelumnya akan dibahas pada bagian 3 ini. 
Pada bagian ini kita akan mempelajari salah satu contoh sederhana tapi tetap penting untuk dipelajari dari bootstrap yaitu membuat tombol. Tombol merupakan salah satu elemen penting dalam suatu website yang sangat berguna untuk membantu mengakomodir keinginan user. Tentu kita akan bosan melihat tampilan tombol bawaan html yang terlihat kaku. Maka dari itu kita akan belajar bagaimana membuat tombol terlihat menarik dengan bootstrap. Saya berasumsi bahwa anda sudah mendownload bootstrap pada tahap ini.
Pada bootstrap, tombol dapat dikelompokkan dalam ukuran dan warna.

Membuat tombol dengan berbagai ukuran

  • btn-lg : ukuran tombol ini yaitu large (ukuran tombol yang paling besar di bootstrap)
  • btn-md : ukuran sedang
  • btn-sm : ukuran kecil
  • btn-xs : ukurannya ekstra kecil (yang paling kecil di bootstrap)
Kita langsung saja ke contoh code-nya:

<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <title>Belajar Bootstrap</title>
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.css">
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.min.css">
 </head>
 <body>
  <h3>Belajar Membuat Tombol Dengan Bootstrap</h3>
  <hr>
  <h4>Tombol Berdasarkan Ukuran</h4>
  <button class="btn btn-lg">Tombol btn-lg</button>
  <button class="btn btn-md">Tombol btn-md</button>
  <button class="btn btn-sm">Tombol btn-sm</button>
  <button class="btn btn-xs">Tombol btn-xs</button>
  <br><br>
 </body>
</html>

Nah, kalau sudah selesai maka tampilan tombolnya akan terlihat seperti gambar berikut:

Membuat tombol berwarna

  • btn-default : tombol ini biasanya akan terlihat berwarna putih/warna dasar website yang kita buat.
  • btn-primary : tombol primary akan berwarna bitu gelap.
  • btn-success : tombol success akan berwarna hijau.
  • btn-info : tombol info akan menjadikan tombol berwarna biru muda.
  • btn-warning : tombol warning akan berwarna kuning.
  • btn-danger : tombol akan berwarna merah.
Kita langsung saja ke contohnya:

<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <title>Belajar Bootstrap</title>
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.css">
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.min.css">
 </head>
 <body>
  <h4>Tombol Berdasarkan Warna</h4>
  <button class="btn">Tombol btn</button>
  <button class="btn btn-default">Tombol btn-default</button>
  <button class="btn btn-primary">Tombol btn-primary</button>
  <button class="btn btn-info">Tombol btn-info</button>
  <button class="btn btn-success">Tombol btn-success</button>
  <button class="btn btn-warning">Tombol btn-warning</button>
  <button class="btn btn-danger">Tombol btn-danger</button>
 </body>
</html>
Kalau sudah, maka hasilnya kurang lebih akan seperti ini:

Kita perjelas sedikit, jadi untuk mendapatkan hasil seperti diatas kita sudah menyisipkan beberapa class dari bootstrap untuk membuat tombol. Misalnya kalau kita ingin membuat tombol berwarna kuning maka class yang kita panggil adalah btn-warning seperti berikut:

Atau misalkan kita ingin membuat suatu tombol dengan ukuran dan warna sesuai keinginan kita, misalnya saya contohkan disini adalah tombol berwarna hijau dengan ukuran ekstra kecil, maka class yang kita panggil akan menjadi seperti berikut:

<!DOCTYPE html>
<html>
 <head>
  <title>Belajar Bootstrap</title>
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.css">
  <link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.min.css">
 </head>
 <body>
  <h4>Membuat tombol dengan ukuran dan warna tertentu</h4>
  <button class="btn btn-sm btn-success">Tombol xs success</button>
 </body>
</html>
Dan hasilnya kurang lebih akan seperti ini:

Catatan: kalau tombol masih dalam keadaan tampilan tombol bawaan html, coba periksa pemanggilan class-nya sudah benar atau tidak. Atau coba periksa lagi lokasi file dari bootstrap anda apakah sudah benar dengan pemanggilan lokasi di source-nya seperti pada Bagian 2: Belajar Menggunakan Bootstrap.

Belajar Bootstrap Bagian 2: Belajar Bagaimana Cara Menggunakan Bootstrap

Bagaimana Cara Menggunakan Bootstrap?

Apabila pada bagian sebelumnya kita sudah mengetahui Apa itu Bootstrap dan apa fungsinya, maka pada bagian kali ini kita akan mempelajari bagaimana cara menggunakan atau mengimplementasikan Bootstrap didalam tampilan web yang akan kita buat. Sebelum memulainya, pastikan anda sudah mendownload file bootstrap terlebih dahulu di getbootstrap.com. Kemudian ekstrak file bootstrap yang sudah anda download tadi kedalam folder baru, beri saja nama foldernya belajar bootstrap. Kurang lebih susunan filenya akan seperti ini:

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengimplementasikan bootstrap didalam tampilan web yang kita buat, yaitu dengan cara menginstall bootstrap secara offline (dengan mendownload file bootstrap seperti yang sudah dilakukan tadi) atau dengan menginstallnya secara online. Sama aja sih sebenarnya, hanya saja kalau kita mengimplementasikan bootstrap lewat cdn (online) tentu saja kita harus terkoneksi dengan internet untuk dapat melihat hasilnya. Jadi kali ini kita lakukan secara offline saja.

Nah kalau sudah, sekarang kita mulai kodingnya. Buka editor anda semisal Notepad++, Sublime atau yang lainnya. Nah disini saya menggunakan Sublime, lebih nyaman aja. Kemudian kita buat file baru beri saja nama index.html atau sesuai keinginan anda, save filenya di folder belajar bootstrap tadi. diantara tag <head> ... </head>  tulis kode seperti berikut ini:

index.html

<link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.css">
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="./css/bootstrap.min.css">
Perlu diperhatikan pemanggilan lokasi file harus sesuai dengan lokasi dimana file css dari Bootstrap anda disimpan.
Sekian dulu untuk kali ini, kita lanjut di bagian berikutnya.

Belajar Bootstrap Bagian 1: Apa itu Bootstrap dan Fungsinya?


Apa itu Bootstrap? Apa Fungsinya?

Bootstrap adalah sebuah framework CSS yang dibuat oleh twitter untuk memudahkan pekerjaan para front-end web developer dalam membangun dan mengembangkan sebuah tampilan situs/aplikasi web yang dinamis. Dengan adanya Bootstrap para developer tidak perlu lagi merancang CSS untuk tampilan dari awal, sehingga membuat waktu pengerjaan web menjadi jauh lebih singkat.
Bootstrap dilengkapi dengan beberapa komponen JavaScript dalam bentuk jQuery plugin. Mereka menyediakan elemen antarmuka pengguna tambahan seperti kotak dialog, tooltips. Bootstrap juga memperluas fungsi beberapa elemen antarmuka yang ada, termasuk fungsi auto-complete untuk bidang masukan.
Bootstrap sangat kompatibel dengan versi terbaru dari browser terkenal seperti Google Chrome , Firefox , Internet Explorer , Opera , dan Safari browser.
Sejak versi 2.0 Bootstrap juga mendukung desain web responsif, ini berarti tata letak halaman web dapat menyesuaikan tampilan secara dinamis dengan mempertimbangkan karakteristik dari perangkat yang digunakan (desktop, tablet, dan ponsel).
Dimulai dari versi 3.0, Bootstrap (sampai sekarang) mengadopsi desain mobile-first, menekankan desain yang responsif secara default. Kabar terbaru mengatakan bahwa Bootstrap versi 4.0 alpha akan segera release dengan menambahkan dukungan Sass dan flexbox.

Kelebihan Bootstrap:

  1. Estimasi waktu pengerjaan tampilan menjadi lebih cepat. Karena elemen - elemen yang umumnya ada dalam sebuah tampilan web sudah disediakan dalam bentuk class, jadi kita hanya tinggal memanggil class - class tersebut.
  2. Tampilan web terlihat lebih rapi karena pada dasarnya tampilan yang dibentuk ole Bootstrap sudah terstruktur.
  3. Tampilan lebih ringan ketika di-load.
  4. Dokumentasi yang lengkap. Bootstrap mempunyai kelebihan dalam hal dokumentasi, sehingga kita tidak kesulitan untuk menemukan referensi dalam mempelajarinya.

Kekurangan Bootstrap:

  1. Tampilan website yang kita buat, akan memiliki kemiripan dengan tampilan milik orang lain yang juga menggunakan Bootstrap sebagai dasar dari tampilannya.
  2. Salah satu kemampuan bootstrap adalah minim gambar karena memanfaatkan CSS3, namun disisi itu pula kekurangan dari bootstrap, CSS3 yang dikembangkan twitter dan yang lainnya belum mampu menghasilkan tampilan yang seragam di berbagai peramban halaman web.
Bootstrap adalah open source yang tersedia di official site mereka di getbootstrap.com maupun GitHub.