Tahap-tahap Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Berbunga

Selamat datang kembali sobat Pelajar Alay! Kalau pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas tentang apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Maka, kali ini kita akan melanjutkan materi tersebut tentunya dengan niat ingin menambah ilmu pengetahuan di bidang biologi.
Kita review dulu sedikit mengenai pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Masih ingat kan apa yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan? Bagus! Itu menandakan kalau sobat sudah memahami materi yang sudah pernah kita bahas sebelumnya. Kalaupun lupa itu tak apalah, Silahkan sobat baca Pertumbuhan dan Perkembangan Tumbuhan.
Pertumbuhan adalah suatu proses dimana makhluk hidup mengalami pertambahan ukuran yang dapat dilihat baik dari segi panjang, berat dan maupun jumlah sel yang dimiliki.  Pertumbuhan pada tumbuhan dapat dilihat dari makin besarnya suatu tumbuhan yang disebabkan oleh jumlah sel yang bertambah banyak dan bertambah besar. Suatu kecambah akan tumbuh menjadi tanaman yang utuh. Sedangkan perkembangan pada makhluk hidup  merupakan suatu proses menuju kedewasaan secara seksual dimana tumbuhan akan semakin siap untuk mempunyai keturunan. Proses perkembangan pada tumbuhan sendiri dapat dilihat pada gambar di atas. Mulai dari sebuah biji kecambah, yang kemudian tumbuh akar, batang dan juga daun sehingga menjadi tumbuhan dewasa.


Oke, Mungkin review tentang materi sebelumnya segitu aja ya. Sekarang saatnya kita membahas materi selanjutnya yaitu tentang tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan berbunga.
1. Tahap Awal Pertumbuhan
Pertumbuhan pada biji telah dimulai pada saat proses fisika, kimia, dan biologi berlangsung. Mula-mula terjadi proses fisika saat biji melakukan imbibisi atau penyerapan air sampai biji ukurannya bertambah dan menjadi lunak. Saat air masuk ke dalam biji, enzim-enzim mulai aktif sehingga menghasilkan berbagai reaksi kimia. Kerja enzim ini antara lain, mengaktifkan metabolisme di dalam biji dengan mensintesis cadangan makanan sebagai persediaan cadangan makanan pada saat perkecambahan berlangsung yang dipakai untuk berkecambah.
2. Perkecambahan
Perkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan dan perkembangan embrio. Pada perkembangan embrio saat berkecambah, bagian plumula tumbuh dan berkembang menjadi batang, sedangkan radikula menjadi akar.  Tipe perkecambahan ada dua macam, tipe itu sebagai berikut.
a. Tipe perkecambahan di atas tanah (Epigeal)
Tipe ini terjadi, jika plumula (perhatikan gambar) muncul di atas permukaan tanah, sedangkan kotiledon tetap berada di dalam tanah.

Perkecambahan
Sumber: Kamus Biologi Bergambar 2005
Gambar 1.1. Bagian-bagian Biji


Epigeal
Sumber: Kamus Biologi Bergambar 2005
Gambar 1.2. Epigeal

b. Tipe perkecambahan di bawah tanah (hipogeal)Tipe ini terjadi, jika plumula dan kotiledon muncul di atas permukaan tanah. Makanan untuk pertumbuhan embrio diperoleh dari cadangan makanan karena belum terbentuknya klorofil yang diperlukan dalam fotosintesis. Pada tumbuhan dikotil makanan diperoleh dari kotiledon, sedangkan pada tumbuhan monokotil diperoleh dari endosperm.

Hipogeal
Sumber: Kamus Biologi Bergambar 2005
Gambar 1.3. Hipogeal

Baca juga: Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan

3. Pertumbuhan Primer
Setelah fase perkecambahan, diikuti pertumbuhan tiga sistem jaringan meristem primer yang terletak di akar dan batang. Pada fase ini tumbuhan membentuk akar, batang, dan daun. Tiga sistem jaringan primer yang terbentuk sebagai berikut.
a. Protoderm, yaitu lapisan terluar yang akan membentuk jaringan epidermis.
b. Meristem dasar yang akan berkembang menjadi jaringan dasar yang mengisi lapisan korteks pada akar di antara style dan epidermis.
c. Prokambium, yaitu lapisan dalam yang akan berkembang menjadi silinder pusat, yaitu floem dan xilem.
4. Pertumbuhan SekunderSetelah meristem primer membentuk jaringan permanen, kemudian meristem sekunder mengalami pertumbuhan sekunder. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan dikotil, yaitu pembentukan kambium yang terbentuk dari parenkim atau kolenkim.
pertumbuhan sekunder
Sumber Gambar: Botani, 1982
Gambar 1.4. Tahapan pertumbuhan batang sekunder

Jika sel kambium membelah ke arah luar, akan membentuk sel floem, sebaliknya jika sel kambium membelah ke arah dalam akan membentuk xilem. Xilem dan floem yang terbentuk dari aktivitas kambium disebut xilem sekunder dan floem sekunder. Pertumbuhan xilem dan floem tersebut menyebabkan batang bertambah besar dan terbentuk lingkaran tahun yang dipengaruhi oleh aktivitas pada musim kemarau dan musim penghujan.

Berikan kritik dan saran Anda dengan baik dan sopan pada kolom komentar terkait isi artikel yang diposting oleh admin. Terima kasih sudah berkunjung!

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »